Posts filed under ‘Komputer’

After Effects: Exporting alpha channel on separate file

Lately I’ve been playing with videos at my workplace (programming related). The widely supported video codecs, H.264, cannot have alpha channel, so in some cases I have to export the RGB channel and alpha channel into 2 files and then combine it in the program. In After Effects this can be done via Output Module Settings.

To export RGB channel, choose “RGB” in “Channels” and “Straight (Unmatted)” in “Color”. The “Color” choice shouldn’t be “Premultiplied (Matted)” because the 2 channels will be combined later. To export alpha channel, duplicate the settings and change the “Channels” to “Alpha”.

Posting this on blog just as a reminder for myself ;)

Mei 2, 2012 at 2:46 pm Tinggalkan Komentar

Windows XP: connect otomatis ke Telkom Speedy saat startup

Karena saya orangnya malas, jadi saya mencari cara untuk connect ke Telkom Speedy tanpa perlu klik di icon Speedy terus pencet connect. Setelah googling, ketemu juga caranya. (Note: OS yang saya pakai Windows XP Professional)

Pertama buat sebuah batch file dengan isi sebagai berikut:

rasdial <nama_koneksi> <account_speedy> <password>[enter]

Misalnya:
rasdial speedy 12345678@telkom.net XXXXXXXXXX[enter]

<nama_koneksi> diisi dengan nama icon yang biasanya diklik manual.

Setelah dibuat, beri nama dengan akhiran “.bat” misalnya “speedy.bat”. Kemudian taruh file tersebut di folder startup (C:\Documents and Settings\<user_kamu>\Start Menu\Programs\Startup). Nanti pada waktu Windows start up file tersebut akan terpanggil dan komputer akan connect otomatis ke speedy. Tentunya saat startup modem speedynya harus sudah dinyalakan.

Kalau ada yang mau mencoba cara tersebut untuk provider internet lain, silakan. Nanti kabari hasilnya ya.

Agustus 28, 2009 at 4:29 pm 5 komentar

Mengedit file boot.ini pada Windows XP

Kemarin ini komputer bermasalah ga bisa diboot, jadi terpaksa mengulik-ulik file boot.ini supaya bisa diboot lagi. Ternyata tidak terlalu sulit. File boot.ini biasanya terdapat pada drive C: dengan status hidden dan system file. Untuk melihatnya kita harus membuka Folder Options pada Windows Explorer, pilih view dan pastikan kedua item yang dilingkari seperti gambar di bawah ini.

folder options 1

Jika dibuka file boot.ini akan berisi baris-baris seperti ini:

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(3)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(3)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional SP3 baru” /noexecute=optin /fastdetect /noexecute=alwaysoff
multi(0)disk(0)rdisk(1)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional SP2 lama” /noexecute=optin /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(2)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional sering crash” /noexecute=optin /fastdetect

Variabel timeout bisa diisi dengan waktu windows menunggu pilihan boot dalam detik. Variabel default bisa diisi dengan partisi yang nanti akan dipilih sebagai default boot.

Barisan di bawah tulisan [operating systems] berisi partisi tempat Windows diinstall (saya belum mencoba dengan Linux, jadi belum tahu bagaimana penulisan untuk OS Linux). Tiap baris berisi rdisk (nomor disk drive dimulai dari 0) dan partition (nomor partisi dimulai dari 1).

Misalnya pada contoh di atas, saya memiliki 3 buah harddisk yang akan dinomori 0, 1, dan 2 (sesuai dengan urutan prioritas boot pada BIOS). Disk pertama diinstall Windows XP di partisi ketiga, disk kedua pada partisi pertama, dan disk ketiga pada partisi pertama juga.

Untuk parameter-parameter lainnya saya belum berani mengeksplor lebih jauh, mungkin teman-teman yang lebih mengerti bisa menambahkan.

Agustus 27, 2009 at 8:15 pm 8 komentar


Tulisan Terkini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.