FlashTracer: trace swf pada browser anda

flashtracer1

Para developer flash tentunya sudah terbiasa menggunakan fungsi trace() untuk mendebug aplikasi yang dibuatnya. Tapi bagaimana dengan aplikasi flash yang harus dideploy pada web browser? Jawabannya adalah FlashTracer, sebuah addon Firefox yang bisa menampilkan output fungsi trace pada Firefox. Addon ini juga berjalan untuk Firefox versi 3.5 ke atas (baca keterangannya pada halaman instalasi bagian review).

2 comments Oktober 6, 2009

Windows XP: connect otomatis ke Telkom Speedy saat startup

Karena saya orangnya malas, jadi saya mencari cara untuk connect ke Telkom Speedy tanpa perlu klik di icon Speedy terus pencet connect. Setelah googling, ketemu juga caranya. (Note: OS yang saya pakai Windows XP Professional)

Pertama buat sebuah batch file dengan isi sebagai berikut:

rasdial <nama_koneksi> <account_speedy> <password>[enter]

Misalnya:
rasdial speedy 12345678@telkom.net XXXXXXXXXX[enter]

<nama_koneksi> diisi dengan nama icon yang biasanya diklik manual.

Setelah dibuat, beri nama dengan akhiran “.bat” misalnya “speedy.bat”. Kemudian taruh file tersebut di folder startup (C:\Documents and Settings\<user_kamu>\Start Menu\Programs\Startup). Nanti pada waktu Windows start up file tersebut akan terpanggil dan komputer akan connect otomatis ke speedy. Tentunya saat startup modem speedynya harus sudah dinyalakan.

Kalau ada yang mau mencoba cara tersebut untuk provider internet lain, silakan. Nanti kabari hasilnya ya.

5 comments Agustus 28, 2009

Mengedit file boot.ini pada Windows XP

Kemarin ini komputer bermasalah ga bisa diboot, jadi terpaksa mengulik-ulik file boot.ini supaya bisa diboot lagi. Ternyata tidak terlalu sulit. File boot.ini biasanya terdapat pada drive C: dengan status hidden dan system file. Untuk melihatnya kita harus membuka Folder Options pada Windows Explorer, pilih view dan pastikan kedua item yang dilingkari seperti gambar di bawah ini.

folder options 1

Jika dibuka file boot.ini akan berisi baris-baris seperti ini:

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(3)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(3)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional SP3 baru” /noexecute=optin /fastdetect /noexecute=alwaysoff
multi(0)disk(0)rdisk(1)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional SP2 lama” /noexecute=optin /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(2)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional sering crash” /noexecute=optin /fastdetect

Variabel timeout bisa diisi dengan waktu windows menunggu pilihan boot dalam detik. Variabel default bisa diisi dengan partisi yang nanti akan dipilih sebagai default boot.

Barisan di bawah tulisan [operating systems] berisi partisi tempat Windows diinstall (saya belum mencoba dengan Linux, jadi belum tahu bagaimana penulisan untuk OS Linux). Tiap baris berisi rdisk (nomor disk drive dimulai dari 0) dan partition (nomor partisi dimulai dari 1).

Misalnya pada contoh di atas, saya memiliki 3 buah harddisk yang akan dinomori 0, 1, dan 2 (sesuai dengan urutan prioritas boot pada BIOS). Disk pertama diinstall Windows XP di partisi ketiga, disk kedua pada partisi pertama, dan disk ketiga pada partisi pertama juga.

Untuk parameter-parameter lainnya saya belum berani mengeksplor lebih jauh, mungkin teman-teman yang lebih mengerti bisa menambahkan.

7 comments Agustus 27, 2009

PHP As Template Engine

You need a template engine? I’m sure there are many available in Java and other languages, but then you need to learn their syntax before you can use them. PHP features make it possible for you to make a template engine in less than 10 lines of code. Want to know how? Note that this is not a new idea. CodeIgniter and Kohana framework have used it for their popular MVC model (and basically this article is inspired by it).

There are at least 3 great features of PHP which enable us to generate templates easily.

First is dynamic variable generation. Code like this:
$varname = 'whatever';
$$varname = 3;
echo $whatever;

will generate a variable named ‘whatever’ on the fly and assign it a value of 3.

Second is output buffering. With output buffering, you can store whatever should be outputted by a php file into a variable. Code like this:
ob_start();
include 'somefile.php';
$content = ob_get_clean();

will get anything echoed in ’somefile.php’ and store it into variable $content.

The last is all-we-have-been-familiar-with include function. What’s special about PHP include is that it works as if the content of the file included ‘copy-pasted’ into the current script. So what? It means not only variables in included file will be carried onto the current script, but also variables we define in current script before ‘include’ will be carried onto the included file. For example, we can make two files like these:
file1.php
$a = 3;
include 'file2.php';

file2.php
$a = $a + 4;
echo $a;

and when we execute file1.php, we will get a 7.

Combining all 3 features, we will get a template engine in just one function:
function read_template($file, $param = array()){
ob_start();
foreach ($param as $k=>$v){
$$k = $v;
}
include $file;
$str = ob_get_clean();
echo $str;
}

Suppose we have template.php containing a very very simplistic html template

<html>
<head><title><?= $thetitle ?></title></head>
<body><?= $thebody ?></body>
</html>

Then we use the function this way:
$content = read_template('template.php', array('thetitle'=>'Hello there', 'thebody'=>'Pal'));
//echo or write $content into a file

That’s it. Really simple and powerful. If you want a more object-oriented approach, you can make a template class and store the variables as properties (I think that’s what CI and Kohana View class is doing). Hope this article is useful for you. Correct me if anything wrong.

3 comments Juli 24, 2009

JK – Wiranto Akhirnya Maju

Pemilu 2009 ini memang agak aneh, perhitungan suara aja belum selesai (baru 47 juta suara), partai-partai udah pada berkoalisi sana-sini dan mengajukan calon presiden. (atau memang dari dulu juga pemilu udah kayak begitu? Karena ini pemilu pertama saya, maaf kalau saya yang kuper) Gimana jadinya kalau setelah koalisi dibentuk, capres dan cawapres udah ditunjuk, eh perolehan suaranya malah ga sampai target. Ga ngerti deh.

Pasangan pertama yang sudah dipastikan maju adalah JK-Wiranto. Pasangan ini bisa dibilang cukup aneh karena Wiranto adalah mantan “barisan sakit hati” partai Golkar yang 5 tahun lalu mengajukan diri sebagai capres dari Golkar tapi kalah oleh JK yang mengajukan diri jadi cawapres SBY.

Tadi sekilas saya melihat acara wawancara JK-Wiranto di Metro TV. Pewawancara dari Metro TV memang cukup “pedas” dan “galak”, terus mencoba memanas-manasi perbedaan kedua bapak ini. Berikut cuplikan wawancara berdasarkan versi yang masih saya ingat. (pasti banyak yang salah, jadi CMIIW)

Metro: Bagaimana Bapak Wiranto bisa menjadi pasangan Pak Jusuf Kalla? Bukankah Bapak bisa dibilang termasuk “golongan oposisi” yang menentang pemerintahan yang sedang berjalan? Saya masih ingat spanduk-spanduk Bapak pada masa kampanye yang mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah

Baca selengkapnya

2 comments Mei 1, 2009

Menghindari Virus dari Flashdisk

Saya paling sebal kalau habis mencolokkan flashdisk saya ke komputer teman, lab, atau warnet, ternyata flashdisk saya jadi ada virusnya. Virus paling sering menyebar lewat flashdisk melalui fitur autorun di Windows. Fitur autorun ini akan aktif jika terdapat sebuah file bernama autorun.inf pada drive flashdisk kita. Padahal ada cara untuk menghindari file ini supaya komputer kita nggak kena virus dan kita juga nggak menularkan virus ke komputer orang lain.

Baca selengkapnya

1 comment Mei 1, 2009

Firebug: Debugging Tool untuk para Web Developer dan Designer

Sulit mendebug HTML, CSS, atau javascript?

Jika Anda adalah web developer atau web designer, tentunya pernah mengalami kesulitan dalam mendebug kode yang Anda buat, terutama kode HTML, javascript, dan CSS karena ketiganya diinterpretasi langsung oleh web browser seperti Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Memang ada banyak IDE yang menyediakan fitur pemeriksaan kode seperti misalnya Dreamweaver, tapi pemeriksaan tersebut dilakukan sebelum kode dijalankan. Tentunya akan lebih menyenangkan kalau kode yang kita buat diperiksa sambil dijalankan.

Firebug adalah sebuah add-on pada Mozilla Firefox yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan FIrebug, Anda dapat memeriksa kesalahan pada kode langsung di browser Firefox.

Download dan install Firebug

Baca selengkapnya

Add comment Mei 1, 2009

Squidoo: dapat uang dengan ngeblog

Squidoo adalah sebuah situs blogging yang cukup unik karena kita bisa mendapatkan uang dengan cara mempost tulisan. Cara kerjanya sebagai berikut: member mempost tulisan-tulisan yang akan mendatangkan traffic ke website Squidoo. Squidoo sendiri akan mendapatkan uang dari web advertisement yang dia pasang. Jadi member membantu mengenerate traffic untuk Squidoo, dan Squidoo memberikan sebagian penghasilannya kepada member.

Selain posting tulisan, di Squidoo kita juga dapat mempost video dari youtube atau gambar dari flickr, atau kalau ada yang punya eBay bahkan bisa mempromosikan barang yang dijualnya lewat Squidoo.

Oh iya, sebelum membuat account di Squidoo, kamu harus punya account Paypal terlebih dahulu. Paypal sudah bisa dicairkan di Indonesia (lihat info lengkapnya), namun untuk melakukannya kamu harus mempunyai nomor kartu kredit untuk memverifikasi account Paypal kamu. Jika belum diverifikasi, Paypal hanya dapat digunakan untuk menerima uang saja. Caranya daftar ke Paypal dan ikuti langkah-langkah pendaftaran sampai kamu diminta kartu kredit, setelah itu berhenti. Dengan cara demikian account Paypal kamu tetap berhasil dibuat, tapi belum terverifikasi.

Setelah mendaftar Paypal, kamu bisa mendaftar di Squidoo. Saat mendaftar, kamu akan langsung ditanyai “What’s your lens’s about?”. Jangan bingung, “lens” adalah istilah yang digunakan Squidoo untuk merujuk ke sebuah “post” seperti dalam blog. Jadi waktu ditanya, kamu tinggal mengisi judul tulisan pertama yang ingin kamu post. Jika kamu belum tahu mau menulis apa, tulis asal saja dulu. Nanti juga postingan pertama bisa dihapus. Setelah menuliskan judul lens, tinggal ikuti langkah-langkah berikutnya sampai kamu terdaftar di Squidoo.

Tidak seperti blog lainnya, cara posting tulisan di Squidoo juga agak unik. Kita bukan hanya bisa menulis text, tapi bisa juga menyisipkan RSS feed dari blog kita, video youtube, foto flickr, dll. Jadi bisa dibilang Squidoo ini lebih “rich” dari blog biasa. Sebuah lens (post) dibagi menjadi beberapa modul yang dapat diatur, ditambahkan, atau dikurangi. Modul yang paling penting adalah modul “write”, yang dipakai untuk menulis tulisan tentunya. Setiap modul write dapat diisi dengan plain text ataupun tag-tag html seperti <b>, <a>, atau bahkan <img>. Selain itu setiap modul write juga dapat dilengkapi dengan sebuah gambar yang bisa diupload.

Sekian dulu yang dapat saya ceritakan tentang Squidoo karena saya juga baru memulai, fitur-fitur lainnya silakan dicoba sendiri :)

8 comments April 30, 2009

A Little Note on JSP/Servlet and NetBeans/GlassFish

While doing my homework in Internet Programming with JSP/Servlet and NetBeans 6.5 IDE, I found something rather ..hmm.. unusual. It is about the server session. Say I have a login page which authenticates the user and when valid, save the username in a session variable. After the user is authenticated, he can go to page, say, page1.jsp.

session.setAttribute("username",username);

After that I make some changes in the code and save them in the IDE, open page1.jsp with the browser, and I got rejected. So what happened here? It seems every time we save our code, NetBeans will recompile the code and the web server (I use GlassFish) seems to restart its state. Well, it is unlike asp.net, where AFAIK the session will still be there if we change and save the code.

It’s not really a big problem, but if anyone knows how to change this behavior, I would like to know. Please share :) .

2 comments April 23, 2009

(Copas) Ekstravaganza ‘TV Pool’ Pidato SBY

Belakangan ini banyak isu-isu tidak sedap seputar partai Demokrat dan presiden SBY, terutama menyangkut pelaksanaan pemilu yang bisa dibilang amburadul. Berikut sebuah tulisan mengenai pidato presiden SBY di tv-tv nasional hari Kamis kemarin.


(diambil dari jakartabeat.net)

Oleh: Dandhy D Laksono, freelance journalist

Sekitar pukul sebelas malam (Kamis, 16 April 2009), RCTI menyiarkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berdurasi 20-an menit dalam program bertajuk “Presiden Bicara”. Isinya klarifikasi SBY sebagai Kepala Negara atas tudingan berbagai pihak bahwa rezimnya telah bertindak curang dalam pemilihan umum legislatif, 9 April lalu.

Dalam pidato itu, SBY juga membabat habis argumen para lawan politiknya yang menuding pemerintah berada di balik kacaunya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Juga mematahkan tudingan bahwa Pemilu 2009 adalah pemilu terburuk setelah reformasi.

Di saat yang nyaris bersamaan, ternyata hampir semua stasiun televisi seperti TPI, Trans TV, ANTV, Indosiar, dan TV One juga menayangkan pidato yang direkam di Istana Negara siang harinya itu. TPI—satu grup dengan RCTI di bawah bendera MNC—bahkan mengemasnya dalam “Breaking News”.

Breaking news atau di media cetak dikenal dengan stop press biasanya dipakai untuk jenis berita yang benar-benar mendesak untuk disiarkan. Misalnya, malam itu Presiden SBY mengumumkan penurunan harga BBM saat TPI sedang memutar sinetron, maka bisa saja program itu dihentikan untuk menyiarkan hal itu. Atau ada bencana besar seperti gempa bumi dan tsunami.

Karena itu, sulit membayangkan mengapa redaksi TPI masih nekat menggunakan breaking news untuk sebuah pidato yang sudah disiarkan televisi lain sekitar lima jam sebelumnya.

Stasiun televisi lain yang dimaksud adalah SCTV. Stasiun milik keluarga pengusaha Sariaatmadja itu sudah menayangkan pidato SBY sejak sore di program Liputan 6 Petang, jam 17.30 – 18.00 WIB. Program berita yang durasinya hanya 30 menit itu didominasi pidato SBY sehingga hanya tersisa 1-2 item berita saja setelah adzan maghrib.

Usut punya usut ternyata tim SCTV-lah yang merekam pidato itu, dan hasil rekamannya dibagi-bagikan kepada ruang redaksi televisi lain. Komposisi kamera yang seragam setidaknya menguatkan hal ini.

Singkat kata, fenomena ini seperti TV pool di mana semua saluran televisi telestrial menyiarkan program yang sama di waktu yang hampir bersamaan. Secara teori, TV pool hanya bisa digerakkan oleh dua hal saja: pemasang iklan komersial dan alasan sosiologis-politis.

Saat Tien Soeharto meninggal pada April 1996, misalnya, semua televisi terkena “wajib relay”. Pusat kontrol siaran saat itu berada di RCTI, langsung di bawah pengawasan pengusaha Peter Gontha.

TV pool memang memerlukan koordinasi terpusat. Di masa Orde Baru barangkali tidak sulit mengorganisasi TV pool karena pemiliknya relatif sama: keluarga dan kroni Cendana.

Tapi kini tentu tingkat kesulitan politisnya lebih tinggi. Dibutuhkan sebuah super-body untuk bisa menggerakkan ruang-ruang redaksi televisi yang pemiliknya sudah relatif beragam ini. Dibutuhkan invisible hand yang mampu meng-gerilya para pengambil kebijakan di redaksi agar menyediakan durasi yang mahal itu, untuk memutar 20 menit pidato SBY.

Dalam struktur televisi, pemimpin redaksi tidak punya otoritas untuk menghentikan tayangan sinetron tanpa persetujuan direktur progam atau direktur utama, betapa pun informasi itu memiliki nilai berita tinggi. Karena itu, bisa dipastikan bahwa penayangan pidato SBY secara serentak Kamis malam, digerakkan oleh instruksi yang datangnya dari otoritas yang lebih tinggi. Dalam kalimat langsung: para pemilik televisi lah yang mengotorisasi tayangan tersebut.

Apakah para pemilik televisi membuat konsensus atau hanya menjalankan perintah top down dari Istana? Itulah yang mesti dicari tahu.

Apa Salahnya ‘TV Pool’?

baca selengkapnya..


Mungkin pemilu presiden nanti perlu dipertimbangkan baik-baik…

Add comment April 17, 2009

Previous Posts


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip